Thursday, July 16, 2009

Kebenaran itu kan slalu ada..

Waktu adalah sebuah jawaban. Itulah sebuah kalimat yang sekarang ada di dalam pikiranku. Ketika aku awalnya bertanya-tanya pada suatu hal yang tak pernah ku ketahui sebelumnya. Waktu menjawab segalanya, memberikan sebuah petunjuk akan kebenaran, kebaikan ataupun sebaliknya.
Kenapa rasa sesal ini tak pernah hilang dari hidupku, ketika rasa terhadap dirinya itu datang, sesal itupun datang bersamanya. "Come on, ardi..life is moving a head. Don't see back of your black life". Itu adalah sebuah kalimat yang selalu dan selalu diucapkan oleh seorang temanku, ketika dia menghiburku when Im blue because of someone.
Sampai detik ini sebenarnya, aku tak pernah mengharap apapun darinya, "ngga..".
Waktu yang diberikanNya, menuntunku untuk melihatnya bahwa dia seseorang yang tak layak untukku, bahkan seseorang yang tak seharusnya ku kenal dalam hidupku. TuntunanNya, memberiku sebuah tindakan untuk menendang dia perlahan dari hidupku, yah perlahan...!
"Apa yang kau lakukan padaku...?". Kau tega...menghancurkan diriku, menyayat hatiku bahkan mencabiknya". Apa salahku...? Aku menangis akanmu, dan aku pernah bilang sesal ini tak akan pernah hilang. Kebaikanmu itu BUSUK.

Terimaksih waktu yang telah menuntunku untuk menemukan sebuah kebenaran. Dan berharap semua yang pernah kau lakukan padaku terbalaskan.

Saturday, December 27, 2008

Kesalahan itu...

Bila aku harus mengulangi hidup ini,
Aku akan membuat kesalahan-kesalahan yang sama,
tetapi akan aku pastikan bahwa aku menemukan kesalahan-kesalahan itu jauh lebih awal.
Sehingga, penyesalan tak akan datang menjemput dan meng-elukanku.
Aku Tidak tau takdirku, tetapi aku tau hak-ku untuk mengubahnya.

Saturday, November 8, 2008

Sebuah catatan: Jogja - Jakarta

Ini adalah kedua kalinya aku berada di Jakarta dalam sebulan. Kedatanganku di kota yang penuh dengan kemacetan ini semata untuk mengadu nasib, mencari sebuah pekerjaan yang layak untukku. Jauh berangkat dari kota yang memberikan banyak kenyamanan "Jogja", menuju kota yang memberikan keterbatasan ruang untuk bernafas "Jakarta". Perjalanan kali ini menuntutku untuk lebih berjuang, bagaimana aku merasakan susahnya hidup dan tentunya jauh dari keluarga tercinta di Jogja. Aku masih ingat betul waktu itu, ketika Ayah dan sibungsu mengantarku ke stasiun, kami berlari panik karena kereta akan berangkat 5 menit lagi. Keterlambatanku bukan masalah waktu, tetapi aktivitasku yang baru saja pulang dari salatiga karena menyelesaikan project dengan Jamsostek.
Petualangan pun dimulai, Senin subuh aku sampai di Jakarta dan saat itu aku segera menuju rumah omku di Jakarta Selatan, perjalanan dari stasiun menuju rumah lumayan juga. kemudian selasa pagi, aku berangkat menuju kawasan Sudirman karena aku ada jadwal interview. Sebelum interview, aku bertemu dengan Mas Mamat. Seorang teman yang sudah seperti saudara sendiri. Dia meminjamiku dasi karena aku lupa membawa dasi dari Jogja. Waktu itu selasa pukul 8.45, aku menuju sebuah gedung mewah mungkin dengan ketinggian lebih dari 25 lantai. Dalam hatiku berkata "wuih gedungnya bagus, tinggi lagi". Aku tersenyum kemudian, dalam benak pun berkata "Aku orang biasa dari Jogja yang tak pernah terbiasa dengan pemandangan seperti ini". Tapi yang jelas kekampunganku tak boleh muncul. ....
to be continued...

Wednesday, August 13, 2008

I'm back this august

Setelah sekian waktu lamanya, akhirnya hari ini baru bisa posting juga. Bukan masalah sibuk atau tidak punya waktu, tetapi bisa dibilang karena puasa nge-blog. Hari ini baru bisa dibilang buka puasa untuk ngeblog. Dua bulan yang lalu setelah mendapatkan teguran dari seorang teman, aku berhenti sejenak untuk posting. Padahal sudah banyak ide dan tulisan yang akan diterbitkan. Ya itu pada dasarnya terbentur dengan masalah skripsi dan persiapan pendadaran. Setelah keduanya berjalan dengan lancar, maka kali ini aku kembali ke dunia maya. Wah, pasti sudah banyak teman yang merindukanku.
Bercerita sedikit tentang pendadaranku, sebelumnya aku berterima kasih sekali kepada teman baikku Galuh Cyntia Dewi yang sudah merelakan waktunya dan menjadi salah satu team succesku di pendadaran. Dia rela menungguku dari awal sampai selesai. Di ruangan itu, suasananya begitu sepi, jam dinding menunjukkan sekitar jam 14.45 wib dan hanya ada empat orang, aku dan tiga orang dosen penguji. (benar-benar deg2an). Nervous, pastilah! apalagi salah satu dosen pengujiku adalah seorang momok yang menakutkan untuk mahasiswa di HI UMY. Dosen yang jarang tersenyum dan dosen yang pernah melemparkan sebuah pulpen ke wajah mahasiswanya. Saat itu aku hanya terbayang, bagaimana seumpama aku dilempar bolpen oleh dosen itu. huh......
Setelah kurang lebih 45 menitan, selesai juga pendadaranku. Aku tidak terlalu ingat apa yang dibicarakan didalamnya, cuman cas cis cus in english gtuw. Yang aku ingat waktu itu ketika dosen momok itu mengatakan: Congratulation, You success to pass your thesis examination. wuih, akhirnya lega juga. Tapi ngomongin sedikit soal dosenku itu, sejauh ini sebenarnya aku belum pernah dimomokin sekalipun ama dia. Apa dia sensi dengan mahasiswa cewek yang berbaju minim? Ngga tau lah, kayaknya ibu dosen itu naksir aku (hahahahaha.....ngawur)
Terima kasih juga kepada seluruh teman atas doa dan smsnya. Berkat kalian, Alhamdulillah. semua berjalan lancar...
Insya allah sekarang tinggal menunggu wisuda tanggal 30 Agustus bulan ini. Terima kasih semuanya.

Sekarang aku ingin rasanya melompat setinggi mungkin. But after this, I have to prepare for job. Doakan saya lagi ya....

Monday, July 21, 2008

Masih cuti...

Monday, April 28, 2008

Djarum Leadership Tarining

" Dare To Be A Leader"


” I don’t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be a leader.
Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time”

- General Ronal Fogelman, US Air Force –


Sebenarnya acara ini sudah berlangsung pertengahan April lalu, tetapi baru sempat diposting hari ini. Acara ini adalah “Dare to be a leader” atau yang dikenal training to be a leader yang diselenggarakan oleh PT. Djarum bekerjasama dengan 'TopConcept, Training and Organisationsentwicklung' yang berpusat di Munich, Jerman dan memiliki cabang di Prague, Zurich, Vienna, dan Jakarta. Trainer dalam acara ini adalah Bapak Marthen Sumual, seorang trainer yang bisa memberikan semangat dan inspirasi for the participants.
Betapa menyenagkan bisa mengikuti program yang diadakan oleh PT. Djarum ”Dare to be a leader”, karena untuk menjadi peserta dalam training ini pun harus diseleksi secara ketat. Alhasil, jumlah peserta yang bisa mengikuti acara ini ada 80 mahasiswa dari Yogyakarta dan Jawa tengah. Sayangnya, kursi yang diberikan untuk Universitas dimana saya belajar hanya ada 7. Jadinya agak sedikit kecewa, karena Universitas Negeri mendapatkan kursi yang lebih banyak, berkisar antara 15 – 25 kursi. Hilda, salah satu rekan dari UMY mengatakan bahwa masih ada streotype kalau universitas swasta masih diremehkan atau dimarginalkan. Padahal sekarang Universitas swasta dan negeri tidak ada bedanya.
Training berlangsung selama dua hari yang sedikit meletihkan. Tetapi untungnya, kita bisa menginap gratis di Hotel Quality Jogja selama semalam. Soal makanan tidak diragukan lagi, pokoknya perbaikan gizi buat yang kost.

Apa yang bisa saya tangkap dalam training ini adalah bahwa seorang pemimpin sejati muncul ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya. Leadership is to move people to a common goal.
Training ini sangat berguna untuk para generasi muda untuk menghadapi tantangan dan kompetisi global. Dalam menghadapi tantangan yang ada, maka yang diperlukan setiap orang adalah sebuah landasan mental yang positif.

Positif terhadap orang lain
Positif terhadap perubahan
Positif terhadap masa depan
Karena ada dua hal yang bisa mengantar kita untuk menuju ke pintu kesuksesan, yaitu:
- sikap postif
- Tekad untuk selalu belajar

Kalau ada yang mengatakan training ini sebagai ajang mencari jodoh, menurut peserta ada yang mengatakan bisa juga. Soalnya dari beberapa peserta putri, ada yang ditaksir oleh banyak peserta cowok yang bernama Irine, mahasiswi Hukum UGM. kalau saya??? biasa saja kok...

Tuesday, April 22, 2008

My April...

April-ku datang. April, dimana aku memanjatkan syukur yang lebih kepadaNya. Hari ini, aku bersujud dihadapanMu dengan penuh rasa terima kasih atas kehidupan yang tlah Kau berikan kepadaku sebagai seorang HambaMu. Terima kasih Tuhan...

Kalimat syukur itu terucap dalam hatiku. Hari ini aku berumur 22 tahun. Umur yang sepertinya tak tepat dan tak pantas untukku. Menurutku, aku sepertinya lebih pantas berumur 19 tahunan. Karena wajah yang menurut mantanku, ”masih seumuran adik kandungnya yang berumur 18 tahun” dan sifatku yang terkadang masih seperti anak SMA. ”Wake up Ardhi, kamu sudah semester VIII”. The age must go on... dan aku harus menyadari bahwa aku sudah berkepala dua lebih. Tak terasa begitu cepatnya waktu kan berlalu.

Dan hari ini...

Tuhan memberikan sebuah anugrah terhebat dalam hidupku. Hingga detik ini, aku belum bisa mengungkapkan apa yang tlah Tuhan berikan padaku...aku hanya bisa mengucapkan luar biasa. Hari ini, aku bisa berkumpul dengan keluarga tersayangku, berbagi dengan saudaraku, tertawa dengan teman terbaikku. Hari ini aku benar merasakan cinta yang mereka berikan kepada diriku. Walaupun tidak ada party dalam menyambut hari kelahiranku, aku bisa merasakan kasih sayang mereka hingga waktu ini. Sekali lagi terima kasih Tuhan, atas Anugrah terhebat ini. Trima kasih, Kau tlah menghadirkan mereka untukku.

(My mom, me dan Bungsu saat waktu menunjukkan 19 april 2008, pukul 12.01 am. Masih ngantuk...)



Kutiup lilin kecilku
AKu bernyanyi

tersenyum
tertawa

Berteriak
Aku bersenandung
Aku bersyukur
Aku bersujud
Dan aku berdo’a.
Terima kasih Tuhan atas kehidupan ini...